Meningkatkan kualitas diri


Barangkali banyak dari kita yang berfikir bahwa tujuan dari kita untuk mengejar pendidikan, baik yang formal maupun yang informal adalah untuk akhirnya memperoleh pekerjaan yang layak.  Syukur-syukur memperoleh imbalan yang besar atas apa yang kita peroleh dari pekerjaan tersebut.

Pemikiran yang demikian memang tidak ada salahnya, karena menurut hemat penulis orientasi dari pendidikan kita sekarang ini adalah bagaimana membuat seseorang setelah selesai menamatkan pendidikannya bisa langsung mendapatkan pekerjaan.

Sedikit sekali rasanya ada orang yang berfikir bahwa mengejar pendidikan itu adalah untuk memperoleh ilmu.  Sehingga orang yang berfikiran demikian tidak akan pernah merasa puas atas ilmu yang ia peroleh dan ia tidak merasa dibatasi oleh jenjang pendidikan keilmuan yang ia terima.  Ia memiliki rasa keingintahuan yang besar, sehingga dengan rasa keingintahuannya itu ia selalu ingin mendapatkan jawaban atas permasalahan yang ia hadapi.

Sebagai seorang muslim penulis ingat sebuah hadist Nabi yang berbunyi ” Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat “.  Dan ada satu hadist lagi yang berbunyi ” Tuntutlah ilmu walau harus sampai ke negeri Cina”.

Penulis mencoba memahami makna dari hadist tersebut di atas dengan pemahaman sederhana bahwa manusia tidaklah dibatasi oleh jenjang tertentu dari jenjang pendidikan yang ia peroleh melainkan ia seyogyanya terus menggali dirinya untuk menemukan jawaban atas semua permasalahan minimal untuk dirinya sendiri.  Sehingga ia tidak terjebak dalam rasa frustasi menghadapi kerasnya kehidupan yang penuh dengan persaingan saat ini.

Bahwa jenjang pendidikan yang tinggi tidaklah 100 % menjamin bahwa seseorang pasti hidup serba berkecukupan.  Di era persaingan yang keras dan kompetitif saat ini dibutuhkan tidak hanya lulusan dari pendidikan formal jenjang tertentu melainkan dibutuhkan pula keahlian ataupun kecakapan tertentu yang kompetitif.  Coba kita lihat setiap tahunnya berapa kelulusan sarjana dan lulusan sekolah kejuruan dan berapa yang bisa diserap untuk menjadi pekerja.

Disinilah mungkin perlu kiranya kita mencoba menggali potensi baru dalam diri kita selain ilmu yang kita peroleh, kalau perlu di luar dari keilmuan yang kita kuasai melalui jenjang pendidikan formal.  Misal, kita seorang pegawai bank yang latar pendidikannya adalah keuangan, namun kita tertarik dalam hal mesin automotif sepeda motor.  Jadi kita mencoba mengetahui sedikit banyaknya mengenai mesin sepeda motor.  Ada banyak cara untuk mempelajari mengenai mesin sepeda motor melalui membaca buku-buku mengenai automotif mesin sepeda motor atau melalui internet yang menyajikan begitu banyak saran dan jawaban atas masalah mengenai sepeda motor.  Sehingga minimal kita bisa mengatasi sepeda motor kita sendiri atau mungkin sewaktu-waktu ada keinginan untuk membuka usaha perbengkelan sepeda motor sehingga membukan lapangan kerja baru.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

About wandiblw

karyawan swasta

Posted on 9 Juli 2011, in Umum and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: